Ternyata Islam itu memang sangat indah mulai dari sistem ajarannya sampai dengan larangannya yang memiliki makna tertentu, salah satu contohnya adalah larangan makan/minum sambil berdiri, Rasulullah SAW
telah melarang kita makan sambil berdiri dalam hadis sebagai berikut:
Dari Anas dan Qatadah, “Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya beliau
melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata: “Bagaimana
dengan makan?” Beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan
Turmidzi).
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah, “Jangan kalian minum sambil berdiri !
Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!” (HR. Muslim)
Mengapa dianjurkan Makan/Minum sambil duduk?
Pada saat duduk maka minuman akan disaring oleh Sfringer, Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka sehingga air kemih bisa lewat dan menutup. Tiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan
yang ada di ginjal. Jadi, saat minum sambil berdiri, mengakibatkan air
masuk tanpa melalui proses penyaringan dan bisa langsung menuju
kandung kemih, yang akan mengakibatkan pengendapan di saluran ureter.
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan
berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum
sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke
dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi
berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya
usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada
tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang
masuk.
Keadaan Sistem Saraf saat berdiri dan duduk
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ
keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu
mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil
dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang
melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang
menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat
terpenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf
berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan
dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada
refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak
kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi
usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa
menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah.
No comments:
Post a Comment