Saturday, November 3, 2012

Larangan Makan/Minum Sambil Berdiri

Ternyata Islam itu memang sangat indah mulai dari sistem ajarannya sampai dengan larangannya yang memiliki makna tertentu, salah satu contohnya adalah larangan makan/minum sambil berdiri, Rasulullah SAW
telah melarang kita makan sambil berdiri dalam hadis sebagai berikut:

Dari Anas dan Qatadah, “Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata: “Bagaimana dengan makan?” Beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi).
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah, “Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!” (HR. Muslim)


Mengapa dianjurkan Makan/Minum sambil duduk?
Pada saat duduk maka minuman akan disaring oleh Sfringer, Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka sehingga air kemih bisa lewat dan menutup. Tiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang ada di ginjal. Jadi, saat minum sambil berdiri, mengakibatkan air masuk tanpa melalui proses penyaringan dan bisa langsung menuju kandung kemih, yang akan mengakibatkan pengendapan di saluran ureter.
Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. 

Keadaan Sistem Saraf saat berdiri dan duduk
Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.
Ketenangan ini hanya bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah.

No comments:

Post a Comment

By Hafidz